Ideologi dan Tujuan IMM



“Baik-buruknya organisasi Muhammadiyah pada masa yang akan datang dapat dilihat dari baik-buruknya pendidikan kader yang sekarang ini dilakukan. Jika pendidikan kader Muhammadiyah sekarang ini baik, maka Muhammadiyah pada masa yang akan datang akan baik. Sebaliknya apabila jelek, maka Mu Search Description hammadiyah pada masa yang akan datang juga jelek.”-Prof. Dr. H. A. Mukti Ali-
“Kader adalah jantungnya organisasi, kaderisasi adalah nafasnya organisasi”
(Prof. Dr. H. Din Syamsuddin –Ketua Umum PP Muhammadiyah)

Ideologi adalah seperangkat konsep sistem nilai yang dijadikan asas yang memberikan arah berpikir dan beraktivitas untuk mencapai tujuan suatu organisasi atau perkumpulan. Sejauh pemahaman penulis, ideologi juga berarti kumpulan konsep nilai yang terinterpretasi dalam sistem nilai atau keyakinan yang diterima sebagai fakta atau kebenaran oleh suatu kelompok tertentu. Muatannya adalah keseluruhan sistem berpikir, sistem kepercayaan, praktek-praktek simbolik yang berhubungan dengan tindakan dan amaliyah suatu organisasi atau kelompok yang dijadikan asas pendapat dimana memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan kelompok atau organisasi tersebut. Jadi, ideologi adalah ide-ide atau nilai-nilai ideal yang diyakini benar sehingga layak digunakan sebagai konsep bertindak dalam mewujudkan tujuan kelompok atau organisasi tertentu.
Ideologi Muhammadiyah sesungguhnya dapat dikaji dari perkembangan pemikiran-pemikiran dalam persyarikatan yang secara empiris terekam jelas pada ide dasar gerakan Muhammadiyah dari awal kelahirannya. Secara konsep termaktub dalam Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah. M. Djindar Tamimy bahkan menilai bahwa secara historis kelahiran Muhammadiyah melekat dengan ideologi, yaitu ide dan cita-cita tentang Islam yang menjadi spirit gerakan K.H. Ahmad Dahlan. Adanya Muhammadiyah karena paham keislaman yang diyakini, dipahami dan dijalankan oleh K.H. Ahmad Dahlan. Pimpinan Pusat Muhammadiyah merumuskan ideologi sebagai keyakinan hidup yang mencakup pandangan hidup, tujuan hidup dan ajaran atau cara yang digunakan untuk melaksankan pandangan hidup dalam mencapai tujuan hidup tersebut.          
Ideologi IMM adalah Intelektualitas, Humanitas dan religisitas. Yang mana masing-masing dari irdeologi tersebut bergerak sesuai dalam bidangnya masing-masiing. Inteletualitas yang bergerak dalam bidang kemahasiswaan, Humanitas dalam bidang kemasyarakatan dan religiusitas dalam bidang keummatan atau keagamaan. IMM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah memiliki ideologi yang tidak terlalu jauh dengan ideologi Muhammadiyah, tujuan dari IMMpun tidak terlalu jauh dari tujuan yang hendak dicapai oleh Muhammadiyah. Dalam konteks ini jelaslah bahwa Intelektualitas, humanitas dan religiusitas yang sebagai ideologi IMM sebagai perpanjangan tangan Muhammadiyah dalam mencapai tujuan persyerikatan tersebut.
Upaya memahami ideologi gerakan IMM merupakan hal yang sangat penting. Apabila ditelisik, persoalan ideologi merupakan pusat kajian ilmu sosial. Namun hingga kini, kajian tentang ideologi khususnya dalam gerakan mahasiswa sangat minim. Maka, identitas ideology IMM yang niscaya terefleksikan dalam praksis gerakan IMM perlu dikaji.
Dalam tataran konseptual sebenarnya IMM memiliki sebuah konsep yang komprehensif. Trilogi Iman-Ilmu-Amal yang kemudian juga berkaitan dengan Trilogi lahan garapan Keagamaan-Kemasyarakatan-Kemahasiswaan dan juga trikompetensi kader Religiuitas-Intelektualitas-Humanitas memiliki konsep yang khas dibanding pola gerakan lain. Hal ini bisa dilihat dalam struktur organisasi IMM yang ingin mengakomodasi semua realitas Mahasiswa : Bidang IPTEK yang berorientasi pada Profesionalisme, Bidang Sosek yang berorientasi pada Gerakan Kongkrit Pemihakan-Dakwah-Pemberdayaan dan Bidang Khikmah yang berorientasi pada peran IMM sebagai organ intelektual kritis-etis-politis.

0 Response to "Ideologi dan Tujuan IMM"

Post a Comment